Olehkarena itu, asam Lewis adalah zat apapun yang dapat menerima sepasang elektron non-ikatan, contohnya ion H +, sehingga disebut akseptor pasangan elektron. Sementara itu, basa Lewis adalah zat apapun yang menyumbang/memberikan sepasang elektron non-ikatan atau donor pasangan elektron, contohnya ion OH-. Upload your study docs or become a IonNa + ini melepaskan 1 elektron untuk mencapai kestabilannya. Baca Juga : Ikatan Kovalen Polar Dan Non Polar Serta Hubungan Keelektronegatifannya. 4. Di antara zat berikut ini, yang mengandung ikatan ion adalah: a. Es batu. b. Silikon. c. Perunggu. d. Batu kapur. e. Gula. Jawaban: D. Pembahasan: Diketahuiatom-atom 3a 6b 9C dan 11d pasangan atom yang dapat membentuk ikatan kovalen adalah. 1 hours ago. Komentar: 0. Dibaca: 10. Share. Like. Cara Belajar Apa Pages 8 to 13 are not shown in this preview. Table of Contents. 1 - 15 Contoh Soal Ikatan Kimia Kelas 10 dan Jawaban; 16 - 30 Soal Ikatan Kimia dan Pembahasan; 31 - 45 SifatFisis Ikatan Ion. Sifat pada senyawa ion ini berdasarkan gaya elektrostatis yang kuat antara ion positif dan negatif. Beberapa sifat fisis ikatan ion yaitu: 1. Bersifat keras tetapi rapuh. 2. Memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. 3. Larut dalam pelarut air dan tidak larut dalam pelarut organik. Salahsatu zat yang mengandung ikatan ionik adalah batu kapur. Batu kapur atau terbentuk dari ion dan . Jadi, jawaban yang benar adalah D. diantarazat berikut yang mengandung ikatan ion adalah diantara zat berikut yang mengandung ikatan ion adalah a.es b.silikon c.perunggu d.gula e.batu kapur // Putrina04Putrina04 E. batu kapurmaaf kalo slh makasih ya Semoga ulasa . ο»ΏSering kan kamu mendengar iklan dengan kata-kata β€œGo Ion!”? Nah, apa kamu tahu apa maksudnya? Bagaimana pula bisa terjadi adanya ikatan ion dan pembentukannya? Jika kalian masih bingung dan belum memahaminya, mari simak sama-sama ya penjelasan di bawah ini. Baca baik-baik ya! β€” 1. Pengertian Ikatan ion terjadi akibat adanya serah terima elektron sehingga membentuk ion positif dan ion negatif yang konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. Ion positif dan ion negatif diikat oleh suatu gaya elektrostatik. Senyawa yang dihasilkan disebut senyawa ion. Salah satu contoh yang sering kita jumpai sehari-hari adalah garam dapur. Nah, garam dapur itu rumus kimianya adalah NaCl Natrium klorida. Dalam NaCl padat terdapat ikatan antara ion Na+ dan ion Cl– dengan gaya elektrostatik, sehingga disebut ikatan ion. Bentuk kristal NaCl merupakan rangkaian antara ion Na+ dan ion Cl–. Satu ion Na+ dikelilingi oleh enam ion Cl– dan satu ion Cl– dikelilingi oleh enam ion Na+ seperti yang diilustrasikan oleh gambar di bawah. Gambar Struktur NaCl 1 Cl dikelilingi 6 Na dan sebaliknya 1 Na dikelilingi 6 Cl Baca juga Mengenal Massa Molekul Relatif 2. Pembentukan Seperti yang telah dibahas pada kaidah oktet sebelumnya, setiap unsur harus berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia, bisa dengan melepaskan elektron ataupun menerima elektron, supaya stabil. Peristiwa serah terima elektron ini terjadi pada senyawa NaCl alias garam dapur. Bagaimana ceritanya? Na merupakan golongan IA dimana IA memiliki elektron valensi 1, sehingga supaya stabil IA harus melepas 1 elektron. Kalo dilihat dari konfigurasi elektronnya, 11Na 2, 8, 1. Sehingga ketika melepas 1 elektron, maka elektron paling terakhinya menjadi 8 sesuai kaidah oktet. Karena melepas 1 elektron, maka Na yang asalnya netral berubah menjadi bermuatan +1 Na+. Reaksinya Na β†’ Na+ + e- artinya Na melepas 1 elektron, lihat elektron berada di sebelah kiri panah Oke, sekarang kira-kira ke mana tuh 1 elektron tadi yang dilepas Na? Hilang? Tidak, di sana ada yang menangkapnya yaitu si Cl. Kenapa bisa? Karena Cl memiliki elektron valensi 7 dia golongan VIIA. Ya kalau dilihat dari konfigurasi elektronnya 17Cl 2, 8, 7. Jadi kalau Cl menangkap 1 elektron, konfigurasinya menjadi 2, 8, 8, dengan elektron terakhirnya 8, ini sudah mematuhi kaidah oktet. Karena Cl menangkap 1 elektron maka Cl yang asalnya netral berubah menjadi -1 Cl–. Reaksinya Cl + e- β†’ Cl- artinya Cl menerima 1 elektron, lihat elektron berada di sebelah kiri panah Nah sekarang, apa pengaruhnya pembentukan Na+ dan Cl– ini? Sesuai Hukum Coulomb, muatan yang berbeda jenis akan saling tarik menarik. Sehingga Na+ ini akan berikatan dengan Cl– dengan gaya elektrostatik. Na+ + Cl– β†’ NaCl Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut Proses pembentukan ikatan ion pada NaCl Kira-kira unsur apa saja yang bisa membentuknya? Ikatan ion = logam + nonlogam Kalo digeneralisir, ikatan logam itu diantaranya Golongan IA kecuali H, IIA kecuali Be, IIIA Aluminium, golongan transisi Golongan B. Sedangkan nonlogam, diantaranya golongan IVA-VIIA, kalau VIIIA relatif stabil. Sekarang pastinya kalian sudah paham dong pengertian dan bagaimana proses pembentukannya? Kalian harus memahami rumus-rumusnya terlebih dahulu ya! Ketika rumus sudah dikuasai, pasti akan mudah untuk mengerjakan soal-soal. Nah, gabung di ruangbelajar untuk belajar yang lebih optimal bersama ahlinya. – Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk karena gaya elektrostatik antar kation ion positif dan Nion ion negatif. Apa contoh zat yang mengandung ikatan ion? Untuk mengetahuinya, berikut adalah contoh ikatan ion dalam kehidupan sehari-hari. Contoh zat yang mengandung ikatan ion dalam kehidupan sehari-hari adalah Batu kapur CaCO3 Garam NaCl Pasta gigi NaF Baking soda NaHCO3 Pemutih NaOCl Baca juga Jenis-Jenis Ikatan Kimia Batu kapur CaCO3 Contoh zat yang mengandung ikatan ion dalam kehidupan sehari-hari adalah batu kapur atau kasium karbonat CaCO3. Dilansir dari Chemistry LibreTexts, kalsium karbonat mengandung ikatan ionic antara ion kalsium Ca2+ dan ion poliatomik CO3 2-. Garam NaCl Contoh zat yang mengandung ikatan ion dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah garam atau natrium klorida NaCl. Dilansir dari Lumen Learning, natrium klorida NaCl adalah senyawa ionik biner yang terbentuk dari ikatan ion antara kation natrium Na+ dan anion klor Cl-. Baca juga Sifat-sifat Senyawa IonPasta gigi NaF Contoh zat yang mengandung ikatan ion dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah pasta gigi. Pasta gigi terbuat dari senyawa ionik natrium flourida NaF yang terbentuk dari ikatan ion natrium Na+ dan ion fluor F-. Baking soda NaHCO3 Contoh senyawa ion selanjutnya adalah baking soda atau natrium bikarbonat yang digunakan dalam pembuatan kue dan roti. Dilansir dari Thought Co, natrium bikarbonat terbentuk dari ikatan ion dari kation natrium Na+ dan anion karbonat HCO3-. Baca juga Contoh Kation dan Anion Pemutih NaOCl Contoh senyawa ion selanjutnya adalah pemutih atau natrium hipoklorit NaOCl yang digunakan sebagai pemutih pakaian dan deinfektan. Natrium hipoklorit terbentuk dari ikatan ion natrium Na+ dan anion hipoklorit OCl-. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Di antara zat berikut yang mengandung ikatan ion adalah …. A. es batu B. silikon C. perunggu D. batu kapur E. gulaPembahasanBatu kapur mengandung ikatan ion karena rumus senyawa batu kapur adalah CaCO3, di mana dalam senyawa tersebut terdapat unsur Ca yang merupakan logam. Es batu merupakan air, karbon bukan logam, gula juga bukan merupakan + nonlogam = ikatan ionJawaban D-Jangan lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat terus OK! 😁 Hai Quipperian, tentu kamu sudah mengenal istilah unsur kan? Di dalam Kimia, unsur-unsur itu akan saling berinteraksi hingga membentuk suatu senyawa, contohnya NaCl atau garam dapur yang biasa digunakan pada masakan. Garam tersebut dibentuk oleh interaksi antara unsur Na dan Cl melalui ikatan yang disebut ikatan ion. Apa yang dimaksud ikatan ion? Ikatan ion adalah ikatan yang dibentuk oleh serah terima elektron. Agar kamu tak penasaran, pada artikel ini Quipper Blog akan membahas pengertian, ciri, sifat, penyebab terjadinya, serta contoh soal ikatan ion. Yuk, simak selengkapnya! Pengertian Ikatan Ion Ikatan ion adalah interaksi antara unsur yang mudah melepaskan elektron dan sulit melepaskan elektron melalui serah terima elektron. Unsur yang mudah melepaskan elektron adalah unsur-unsur logam, sedangkan unsur yang sulit melepaskan elektron adalah unsur nonlogam. Artinya, ikatan ion terbentuk dari unsur logam dan nonlogam. Penyebab Terjadinya Ikatan Ion Penyebab terjadinya ikatan ion adalah perbedaan keelektronegatifan antara dua unsur, yaitu unsur logam dan nonlogam. Adapun mekanisme interaksinya adalah unsur logam akan melepaskan elektron di kulit terluarnya sehingga membentuk ion positif. Lalu, elektron tersebut diterima oleh unsur nonlogam sehingga terbentuk ion negatif. Ikatan antarion ini bisa terjadi karena ada gaya elektrostatis akibat perbedaan muatan kedua unsur. Apa Saja Ciri Ikatan Ion? Ikatan ion termasuk salah satu jenis ikatan kimia. Lantas, apa saja ciri yang membedakannya dengan ikatan kimia lain? Terbentuk melalui proses serah terima elektron dari unsur logam dan nonlogam. Unsur logam akan mencapai kestabilan melalui aturan duplet, sedangkan unsur nonlogam akan mencapai kestabilan seperti gas mulia, yaitu melalui aturan oktet. Proses serah terima elektron melibatkan gaya elektrostatis. Terjadi antarunsur yang berbeda keelektronegatifan. Pada bentuk padatnya, ion positif dan negatif akan saling mengelilingi. Sifat Senyawa Ion Ikatan ion akan menghasilkan suatu senyawa yang disebut senyawa ion, contohnya NaCl. Adapun sifat senyawa ion adalah sebagai berikut. Bersifat keras dan rapuh. Titik didih dan titik lelehnya cukup tinggi karena ikatannya sangat kuat, sehingga untuk memutus ikatan ini dibutuhkan energi cukup besar. Bisa larut di dalam air, tapi sulit untuk larut pada pelarut organik. Bisa menghantarkan arus listrik pada fase cairnya. Contoh Ikatan Ion Contoh ikatan ion terdapat pada pasangan senyawa NaCl, KCl, dan Al2O3. Berikut ini pembahasan lebih lengkap terkait tiga senyawa ion tersebut. Senyawa NaCl natrium klorida Ikatan ion pada NaCl terjadi antara unsur Na golongan IA dan unsur Cl golongan VA. Adapun proses terbentuknya NaCl bisa kamu lihat pada konfigurasi berikut. 11Na = 1s2 2s2 2p6 3s1 β†’ 1 elektron di kulit terluar cenderung akan lepas Reaksi pelepasan elektron Na β†’ Na+ + 1 e 17Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 β†’ 7 elektron di kulit terluar cenderung menangkap 1 elektron lain untuk mencapai kestabilan Reaksi penangkapan elektron Cl + e β†’ Cl– Reaksi ikatan ion Na+ + Cl– β†’ NaCl Penggambaran ikatannya adalah sebagai berikut. Senyawa KCl kalium klorida Ikatan ion pada KCl terjadi antara unsur K golongan IA dan unsur Cl golongan VA. Adapun proses terbentuknya KCl bisa kamu lihat pada konfigurasi berikut. 19Ka = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 β†’ 1 elektron di kulit terluar cenderung akan lepas Reaksi pelepasan elektron K β†’ K+ + 1 e 17Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 β†’ 7 elektron di kulit terluar cenderung menangkap 1 elektron lain untuk mencapai kestabilan Reaksi penangkapan elektron Cl + e β†’ Cl– Reaksi ikatan ion K+ + Cl– β†’ KCl Penggambaran ikatannya adalah sebagai berikut. Senyawa Al2O3 alumunium oksida Ikatan ion pada Al2O3 terjadi antara unsur Al golongan IIIA dan unsur O golongan VIA. Adapun proses terbentuknya Al2O3 bisa kamu lihat pada konfigurasi berikut. 13Al = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 β†’ 3 elektron di kulit terluar cenderung akan lepas Reaksi pelepasan elektron Al β†’ Al3+ + 3 e 8O = 1s2 2s2 2p4β†’ 6 elektron di kulit terluar cenderung menangkap 2 elektron lain untuk mencapai kestabilan Reaksi penangkapan elektron O + 2e β†’ O2- Reaksi ikatan ion 2 Al3+ + 3 O2- β†’ Al2O3 Penggambaran ikatannya adalah sebagai berikut. Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen Saat membahas ikatan kimia, kamu tidak akan mempelajari ikatan ion saja, namun juga ikatan kovalen. Lantas, apa perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen? Perbedaannya adalah ikatan ion terbentuk antara unsur logam dan nonlogam dengan menghasilkan senyawa ion yang bersifat polar. Sementara itu, ikatan kovalen terbentuk antarunsur nonlogam membentuk senyawa kovalen yang bersifat nonpolar. Pada ikatan kovalen bisa terjadi pemakaian bersama elektron dari unsur yang berikatan. Hal itu tidak terjadi pada ikatan ion. Contoh Soal Ikatan Ion Setelah kamu paham apa itu ikatan ion, yuk asah kemampuanmu dengan contoh soal berikut. Contoh Soal 1 Kestabilan unsur bisa diperoleh melalui peristiwa serah terima elektron saat berlangsung ikatan ion. Unsur yang bisa bereaksi membentuk ikatan ion dengan unsur B bernomor atom 15 adalah …. 1 unsur A bernomor atom 12 2 unsur A bernomor atom 12 1 unsur C bernomor atom 16 2 unsur C bernomor atom 16 3 unsur A bernomor atom 12 Pembahasan Mula-mula, kamu harus mengonfigurasikan unsur A bernomor atom 15. 15B = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 Berdasarkan konfigurasi di atas, diketahui bahwa unsur B memiliki elektron valensi 5. Untuk mencapai kestabilan, unsur tersebut harus menangkap tiga elektron hingga membentuk ion negatif seperti berikut. B + 3e β†’ B3- Selanjutnya, kamu harus mengonfigurasikan masing-masing unsur di tiap pilihan jawaban. Unsur A 12A = 1s2 2s2 2p6 3s2 Berdasarkan konfigurasi di atas, diketahui bahwa unsur A memiliki elektron valensi 2. Untuk mencapai kestabilan, unsur tersebut harus melepas 2 elektron hingga membentuk ion positif seperti berikut. A β†’ A2+ + 2e Unsur C 16C = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 Berdasarkan konfigurasi di atas, diketahui bahwa unsur C memiliki elektron valensi 8. Artinya, unsur tersebut sudah mencapai kondisi oktet, sehingga sulit berinteraksi dengan unsur lain. Dengan demikian, unsur C tidak akan bereaksi dengan unsur B. Pilihan yang mungkin untuk dipilih adalah unsur A. Elektron valensi unsur A bisa memenuhi unsur B jika banyaknya unsur A yang bereaksi adalah 2 unsur dengan unsur B sebanyak 3 unsur. Jadi, unsur yang bisa bereaksi membentuk ikatan ion dengan unsur B bernomor atom 15 adalah 2 unsur A bernomor atom 12. Jawaban B Contoh Soal 2 Diketahui unsur Mg memiliki nomor atom 12 dan unsur Br memiliki nomor atom 35. Banyaknya unsur Mg yang dibutuhkan untuk membentuk ikatan ion adalah …. 1 2 3 4 5 Pembahasan Mula-mula, kamu harus mengonfigurasikan unsur Mg dan Br. 12Mg = 1s2 2s2 2p6 3s2 β†’ 2 elektron di kulit terluar cenderung akan lepas Reaksi pelepasan elektron Mg β†’ Mg2+ + 2 e 35Br = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p5 β†’ 7 elektron di kulit terluar cenderung menangkap 1 elektron lain untuk mencapai kestabilan. Reaksi penangkapan elektron Br + e β†’ Br– Reaksi ikatan ion Mg2+ + 2 Br– β†’ MgBr2 Jadi, banyaknya unsur Mg yang dibutuhkan untuk membentuk ikatan ion adalah 1. Jawaban A Contoh Soal 3 Rumus ikatan ion yang terjadi antara unsur Ca dan Cl adalah …. nomor atom Ca = 20, nomor atom Cl = 17 Ca2Cl2 Ca2Cl3 CaCl3 Ca2Cl CaCl2 Pembahasan Mula-mula, kamu harus mengonfigurasikan unsur Ca dan Cl. 20Ca = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2β†’ 2 elektron di kulit terluar cenderung akan lepas Reaksi pelepasan elektron Ca β†’ Ca2+ + 2 e 17Cl = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 β†’ 7 elektron di kulit terluar cenderung menangkap 1 elektron lain untuk mencapai kestabilan Reaksi penangkapan elektron Cl + e β†’ Cl– Reaksi ikatan ion Ca2+ + 2 Cl– β†’ CaCl2 Jadi, rumus ikatan ion yang terjadi antara unsur Ca dan Cl adalah CaCl2. Jawaban E Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bermanfaat ya. Untuk mendapatkan materi lengkapnya, yuk buruan gabung Quipper Video. Salam Quipper! KimiaKimia Anorganik Kelas 10 SMAIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulIkatan Ion dan Ikatan KovalenDi antara zat berikut, yang mengandung ikatan ion adalah... A. Es D. Alkohol B. Garbondioksida E. Gula C. Garam dapurIkatan Ion dan Ikatan KovalenIkatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi AntarmolekulKimia AnorganikKimiaRekomendasi video solusi lainnya0431Jika atom XZ=11 dan atom YZ=8 berikatan, rumus senya...Jika atom XZ=11 dan atom YZ=8 berikatan, rumus senya...0151Diketahui unsur X dengan nomor atom 12 dan unsur Y dengan...Diketahui unsur X dengan nomor atom 12 dan unsur Y dengan...0229Jika atom 11 Na berikatan dengan atom 16 S, maka jenis ik...Jika atom 11 Na berikatan dengan atom 16 S, maka jenis ik... Ketika berbicara tentang zat kimia, ikatan ion adalah salah satu ikatan yang paling penting. Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk antara atom atau molekul yang memiliki muatan listrik. Atom atau molekul yang memiliki muatan positif disebut ion positif, dan atom atau molekul yang memiliki muatan negatif disebut ion negatif. Ikatan ion adalah ikatan yang menyebabkan zat kimia saling menarik. Zat kimia yang memiliki ikatan ion disebut ion. Berikut ini adalah zat kimia yang mengandung ikatan ion. 1. Asam dan Basa2. Garam3. Glukosa4. Protein & Nukleotida5. Asam LemakTabel Ikatan IonKesimpulan 1. Asam dan Basa Asam dan basa yang paling umum adalah air. Air adalah senyawa yang mengandung ikatan ion. Air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Atom oksigen memiliki muatan listrik negatif, sedangkan atom hidrogen memiliki muatan listrik positif. Akibatnya, air memiliki muatan listrik netral. Namun, ikatan ion juga bertanggung jawab untuk menarik atom oksigen dan hidrogen bersama-sama menjadi satu molekul. Asam dan basa lainnya, seperti asam nitrat dan natrium hidroksida, adalah contoh lain dari zat yang mengandung ikatan ion. 2. Garam Garam adalah senyawa yang berasal dari kombinasi natrium dan klorida. Kedua zat ini memiliki muatan listrik yang berlawanan, sehingga mereka saling tarik-menarik. Ikatan ion yang terbentuk antara natrium dan klorida membentuk garam. Garam lainnya, seperti magnesium sulfat dan kalium klorida, juga merupakan contoh senyawa yang mengandung ikatan ion. 3. Glukosa Glukosa adalah suatu senyawa yang merupakan sumber utama energi untuk tubuh manusia. Glukosa dibentuk dari gabungan 12 atom karbon, 22 atom hidrogen, dan 11 atom oksigen. Atom-atom ini saling berinteraksi melalui ikatan ion. Ikatan ion antara atom karbon, hidrogen, dan oksigen bertanggung jawab untuk membentuk molekul glukosa. Molekul glukosa memiliki muatan listrik negatif. 4. Protein & Nukleotida Protein dan nukleotida adalah senyawa yang mengandung ikatan ion. Protein adalah molekul yang memiliki struktur kompleks dan banyak berisi asam amino. Asam amino merupakan zat yang memiliki muatan listrik, sehingga ikatan ion memainkan peran penting dalam pembentukan protein. Nukleotida adalah senyawa yang memiliki rantai ganda yang berisi gugus basa nitrogen dan fosfat. Ikatan ion antara gugus basa dan fosfat bertanggung jawab untuk membentuk molekul nukleotida. 5. Asam Lemak Asam lemak adalah senyawa yang terdiri dari rantai karbon, hidrogen, dan oksigen. Atom-atom ini saling berinteraksi melalui ikatan ion. Asam lemak yang terbentuk dari ikatan ion memiliki sifat polar. Oleh karena itu, asam lemak dapat larut dalam air. Asam lemak juga dapat mengikat zat lain dalam tubuh manusia untuk membentuk molekul yang lebih kompleks. Tabel Ikatan Ion Jenis Ikatan Contoh Asam dan Basa Air, Asam Nitrat, Natrium Hidroksida Garam Magnesium Sulfat, Kalium Klorida Glukosa Glukosa Protein & Nukleotida Protein, Nukleotida Asam Lemak Asam Lemak Kesimpulan Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ikatan ion memainkan peran penting dalam pembentukan zat kimia. Ikatan ion terbentuk antara atom atau molekul yang memiliki muatan listrik. Beberapa contoh zat kimia yang mengandung ikatan ion adalah asam dan basa, garam, glukosa, protein dan nukleotida, dan asam lemak. Dengan mengetahui tentang ikatan ion, kita dapat memahami lebih jauh tentang sifat-sifat kimia dan bagaimana ikatan ion membentuk zat kimia.

diantara zat berikut ini yang mengandung ikatan ion adalah