CARA MENANAM DURIAN MONTONG AGAR CEPAT BERBUAH || OMSET 240 JUTA SEKALI PANENBudidaya tanaman Durian Montong cukup menjanjikan dijadikan usaha dalam meraup p
Tips Durian Berbuah Lebat - Memiliki pohon durian yang tumbuh subur dan mampu berbuah dengan lebat tentunya menjadi impian dan dambaan setiap petani. Namun faktanya tidak semua tanaman durian yang kita tanam mampu tumbuh dengan baik, hampir selalu ada hambatan, mulai dari kekurangan nutrisi hingga serangan hama & penyakit yang mampu menyebabkan kematian.
Cara Menanam Pohon Durian Agar Cepat Berbuah; Cara Menanam Parijoto dari Biji; Cara Menanam Lotus dalam Pot; Cara Menanam Mangga Irwin dengan Mudah dan Efektif; Cara Menanam Okra Merah: Panduan Lengkap; Cara Menanam Pisang Ambon Agar Berbuah Lebat; Cara Menanam Peterseli yang Mudah dan Efektif; Cara Menanam Lobak Merah dengan Mudah dan Efektif
Cara mengatasi bunga durian agar tidak rontok bisa dilakukan dengan memberikan pupuk yang berimbang dan teratur. Saat tanaman masih muda, tanaman durian dipupuk dengan pupuk kandang. Setelah itu, tanaman durian diberikan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis 200 g per pohon setiap tahunnya.
. Durian merupakan salah satu jenis buah yang sangat lezat. Dengan rasa yang khas mampu menarik banyak orang untuk menyukainya. Durian merupakan buah yang dapat tumbuh pada ketinggian di bawah 800 meter di atas permukaan laut dengan pH tanah sekitar 5 hingga 7. Cara menanam durian ini dapat dilakukan secara beragam, namun menanam durian dari biji banyak dipilih karena caranya yang mudah dan dapat dilakukan siapa saja baik yang sudah memiliki pohon durian sebelumnya ataupun belum. Pada artikel sebelumnya, sudah dijelaskan tentang cara menanam dan budidaya buah durian montong. Dalam artikel kali ini, kami akan memberikan cara penanaman durian secara umum. Artinya, cara penanaman di bawah dapat dilakukan menggunakan bibit atau jenis durian apa saja. Baiklah, untuk Anda yang tertarik untuk menanam sendiri buah durian ini, silahkan simak uraiannya berikut ini. Pembibitan Budidaya Durian Dari Biji Langkah pertama yang harus Anda tempuh untuk dapat membudidayakan durian adalah dengan melakukan pembibitan terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan dalam proses pembibitan ini, antara lain Memilih Bibit Unggulan Bibit unggulan bisa dikenali dari bentuk bijinya yang masih utuh dan tidak kisut. Selain itu pilih biji yang berasal dari buah durian indukan yang sehat agar bibit yang dihasilkan juga sehat. Menyiapkan Benih Durian Pertama-tama bersihkan dulu biji durian dari sisa-sisa daging durian yang masih menempel. Setelah dibersihkan keringkan dulu biji durian dengan cara di angin-anginkan saja. Setelah itu biji ini tidak dapat langsung digunakan, agar biji dapat menghasilkan benih pohon durian unggulan, Anda perlu menyimpannya sekitar 2 minggu di tempat yang kering. Setelah itu barulah biji dapat ditanam dalam tempat persemaian. Biji durian yang digunakan bukan biji durian yang segar, namun biji durian yang telah dikeringkan terlebih dahulu. Pilih jenis buah durian yang akan Anda tanam. Biasanya beda jenis, beda juga bentuk dan ukuran bijinya. Menyemai Biji Durian Gunakan media tanam berupa tanah dan pasir dengan perbandingan 11. Siram media tanam kemudian tanam biji dengan posisi miring sehingga calon akar dapat langsung menuju tanah, timbun hingga sedikit bagiannya masih terlihat dari permukaan. Jika tempat persemaian besar, Anda dapat menyemai beberapa biji dengan jarak sekitar 2 hingga 3 cm. Tutup bagian atas dengan plastik agar terlindung dari sinar matahari secara langsung. Biji ini akan tumbuh menjadi bibit setelah 3 minggu, dan bibit ini baru siap digunakan ketika daunnya sudah mencapai 3 buah. Biji durian dapat disemai di pot ataupun wadah polybag. Ukuran wadah penyemaian tidak perlu terlalu besar. Beberapa hari kemudian, biji durian yang telah disemai akan berkecambah, tumbuh memperlihatkan tunas-tunasnya. Proses Penanaman Bibit Durian Media tanam untuk durian haruslah dibersihkan terlebih dahulu sebelum ditanami bibit durian. Buatlah bedengan sebagai saluran air ketika hujan datang, sehingga air hujan tidak menggenang. Anda juga dapat menyemprotkan Basamid sebagai upaya menghindarkan tanah dari jamur yang mungkin akan menyerang pohon durian. Setelah itu tentukan jarak penanaman antar bibit, yakni antara 10-12 m. Buatlah lubang untuk memindah bibit, setelah bibit dimasukkan, tutuplah dengan jerami yang kering. Siram bibit tersebut dengan air secukupnya. Penanaman bibit dilakukan pada tanah yang telah dibuat bedengan. Bedengan ini berfungsi sebagai saluran air ketika hujan datang, sehingga air hujan tidak menggenang. Perawatan Pohon Durian Penyiraman Buatlah aliran drainase untuk jalannya air. Untuk bibit yang baru ditanam, siramlah satu kali dalam sehari, sementara bibit yang sudah lebih dari satu bulan dapat disiram 2-3 kali dalam seminggu. Penyiraman intenst dilakukan pada bibit yang baru ditanam. Siram secukupnya, tidak berlebihan. Dan jangan sampai membuat air tergenang. Penjarangan Penjarangan dilakukan guna memperoleh hasil buah durian dengan rasa yang nikmat dan mencegah agar pohon durian tidak mati karena jumlah bunga yang dibuahi sangat banyak. Penjarangan dilakukan dengan cara menyemprotkan Auxin A guna mematikan bunga yang belum terbuahi, sementara bunga yang telah terbuahi tetap dapat berkembang menjadi buah. Pemangkasan Pemangkasan dilakukan pada akar guna menghambat terjadinya pertumbuhan bibit vegetative yang tidak diharapkan. Pemangkasan ini harus dilakukan ketika masa awal pohon berbunga agar hasil panen durian semakin maksimal. Menyiangi dan Memupuk Lakukan penyiangan terhadap tanaman-tanaman liar di sekitar pohon agar tidak mengganggu tumbuh kembang pohon durian. Selain itu, berikan pupuk kompos, pupuk hijau dan pupuk buatan lainnya. Anda juga dapat menambahkan pupuk lainnya seperti NPK 200 gr untuk setiap pohonnya setelah 3 bulan masa penanaman durian. Lakukan juga pemupukan rutin dengan NPK ini setiap 4 bulan sekali. Pengendalian Hama Ketika pohon durian diserang hama seperti lebah mini, Anda dapat menggunakan Hostathion 40 EC sebagai pengendalinya. Sementara untuk hama lain, sudah ada pestisida dan insektisida masing-masing untuk mengendalikannya. Masa Panen Buah Durian Buah durian yang siap dipanen bisanya akan mengeluarkan aroma khas durian yang menyengat. Sebaiknya bungkus buah durian yang hampir matang dengan karung atau plastik agar saat benar-benar matang, buahnya tidak jatuh ke tanah. Setelah buah durian dirawat secara maksimal, maka tak pelak jika Anda akan memanen durian dengan kualitas unggulan, baik dari rasa maupun ukurannya. Pohon durian sendiri biasanya baru akan berbunga pada usia 8 tahun. Durian tidak berbuah setiap saat, hanya pada musim kemarau saja. Buah durian yang matang tentunya menghasilkan bau menyengat dan terjadi perubahan warna kulitnya. Secara normal, buah durian yang matang akan langsung jatuh ke tanah. Hanya saja jika buah jatuh ke tanah akan menyebabkan buah rusak dan nilai jualnya dapat berkurang, maka dari itu para petani durian sering mengikat durian dengan tali dan plastik satu bulan sebelum para durian matang. Dengan demikian, buah tidak akan jatuh dan tertahan oleh tali. Demikianlah tata cara budidaya durian langsung menggunakan bijinya. Jika Anda tertarik langsung saja mencobanya agar pohon durian Anda dapat cepat berbuah dan Anda dapat merasakan kenikmatan dari rasa dan hasilnya yang dapat dijual. Lihat aneka tanaman durian yang kami jual disini. Masuk
JAKARTA, - Saat menanam durian atau budidaya durian, hasil yang diharapkan tentu saja adalah pohon durian berbuah banyak dan buahnya berkualitas bagus. Namun, kerap kali hal yang terjadi adalah sebaliknya, di mana pohon durian berbuah sedikit dan kualitasnya rendah. Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis 22/9/2022, ada beberapa penyebab pohon durian berbuah sedikit. Pertama, penggunaan bibit yang tidak berkualitas atau tidak unggul. Memilih bibit unggul dan berkualitas adalah langkah awal agar pohon durian yang ditanam mampu menghasilkan buah yang lebat dengan daging buah yang berkualitas. Baca juga Tips Mengatasi Daun Durian yang Menguning WIKIMEDIA COMMONS/BERNARDUS T NADEAK Ilustrasi buah durian, pohon adalah faktor pemupukan. Kekurangan atau defisiensi unsur hara adalah salah satu penyebab durian tidak mampu berbuah atau berbuah sedikit dan berkualitas rendah. Ketiga, pengaturan jumlah bunga dan bakal buah. Penyebab lainnya adalah kecukupan air, sebab selain unsur hara air juga berpengaruh terhadap produktifitas dan kualitas buah durian. Penyebab pohon durian berbuah sedikit juga adalah hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit adalah salah satu penyebab rendahnya produktifitas dan kualitas daging buah durian. Berikut beberapa cara merawat pohon durian agar berbuah lebat. Baca juga Cara Membuat Pohon Durian Pendek dan Berbuah Besar 1. Pemupukan tepat dan berimbang Pemupukan utama Pemupukan utama dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga dan saat pembesaran buah.
JAKARTA, - Tanaman durian secara alami mulai berbunga saat tanaman berumur sekitar 8 tahun dan 4-5 buan setelahnya, buah durian sudah bisa dipanen. Durian termasuk tanaman tahunan yang memerlukan waktu panjang hingga bisa dinikmati hasilnya. Maka dari itu banyak orang yang mencoba beragam cara memaksa durian cepat berbuah. Hal tersebut bisa saja berhasil jika teknik budidaya yang dilakukan tepat serta tanaman memiliki sifat genetik yang unggul. Berdasarkan keterangan di buku Agar Tanaman Cepat Berbuah, berikut ini beberapa tips memaksa durian agar cepat juga Simak, Ini 4 Cara Memaksa Durian Cepat Berbuah UNSPLASH/HASBI KURNIA Ilustrasi buah durian, pohon Menanam tanaman genjah Terdapat banyak varietas durian dengan keunggulan yang berbeda-beda. Sifat genetik sangat mempengaruhi tingkat produktivitas tanaman. Salah satu jenis tanaman yang terkenal cepat berbuah yaitu tanaman genjah. Varietas pohon durian yang terkenal cepat berbuah antara lain; durian musang king, bawor, montong, dan lain Perbanyakan vegetatif Perlu diketahui bahwa untuk memperbanyak tanaman durian bisa dilakukan dengan dua cara yaitu perbanyakan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif menggunakan biji atau perbanyakan vegetatif menggunakan organ vegetatif seperti batang, daun, atau akar. Baca juga Mudah, Begini Cara Stek Durian agar Pertumbuhannya Cepat Perbanyakan vegetatif memiliki beberapa keunggulan, salah satunya bisa membuat tanaman lebih cepat berbuah. Jenis perbanyakan vegetatif yang biasanya dilakukan pada tanaman durian yaitu cangkok dan penyambungan. 3. Melukai batang tanaman Cara memaksa durian cepat berbuah lainnya yaitu dengan meberikan perlakuan pelukaan pada batang. Ketika batang tanaman durian dilukai, maka secara alami hasil fotosintesis dari batang ke akar akan terganggu.
Cara Menanam Durian1. Pengolahan Lahan2. Penanaman Durian3. Pemeliharaan DurianCara Memupuk DurianPemangkasan Akar DurianPemangkasan BentukCara Perawatan DurianPenyerbukaan BuatanPenjarangan Buah DurianPenjaranganHama dan Penyakit pada DurianHamaPenyakitKanker batang Cara Menanam Durian Cara Menanam Durian Merawat, Jarak, Pupuk, Bibit Dan Jenis – Sebelum kita membahas tentang budidaya buah dirian, mari kita cari tahu apa itu durian dan asalnya. Durian merupakan jenis nama tumbuhan tropis dari wilayah Asia Tenggara, dan juga nama buahnya yang dapat dimakan. Nama tersebut diambil dari ciri khas kulitnya yang keras serta berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah “raja dari segala buah” King of Fruit. Durian ialah jenis buah yang kontroversial, walaupun kebanyakan orang menyukainya, tapi sebagian yang lain malah muak dengan bau atau aromanya. 1. Pengolahan Lahan Tanah dibersihkan dari rumput, sisa tebangan, tanaman liar, kemudian dicangkul atau dibajak.. Di sekitar taman, saluran drainase kita perlu dibuat untuk menghindari genangan air. Kegiatan pengolahan lahan kita dilakukan sebelum datang musim hujan. 2. Penanaman Durian Jarak tanam 10 x 10 M untuk jenis yang jatuh masa tanam lebih awal, dan 12 x 12 M untuk jenis durian sedang dan dalam. Lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm atau disesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi tanah, penggalian tanah bagian atas 20 cm dipisahkan dari tanah galian bawah dan dibiarkan 2- 3 minggu. Lubang tanam ditutup kembali, dengan tanah galian pertama setelah dicampur dengan + 30 kg / lubang pupuk organik / pupuk kompos. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan di sore hari sehingga benih yang sudah ditanam tidak langsung terkena sinar matahari. Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikatkan pada batang kayu / bambu sehingga tanaman bisa tumbuh tegak lurus. Benih yang telah ditanam harus diarsir untuk menghindari sengatan matahari yang berat. Naungan dapat dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan. Tanah di sekitar tanaman harus ditutup dengan jerami / jerami sebagai mulsa, sehingga kelembaban tanah bisa stabil. 3. Pemeliharaan Durian Penyiangan, dilakukan untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman 1 m dari batang pohon yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyiraman, hal-hal yang perlu diperhatikan Tahap awal pertumbuhan penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore hari, tetapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama terlalu basah. Kebutuhan air pada masa vegetatif 4-5 L/hari dan pada masa produktif 10-12 L/hari. Setelah tanaman berumur satu bulan penyiraman dilakukan 3x/minggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kalau kekurangan air dapat mengakibatkan kerontokan buah. Tanaman durian akan membutuhkan banyak air setelah panen karena diperlukan untuk memulihkan kondisi tanaman menjadi normal kembali. Pemupukan pada tanaman yang belum berbuah, dilakukan dengan dosis Pemupukan NPK 151515 dilakukan 2 kali/tahun, dengan dosis sbb Tanaman umur 1 tahun, dosis pupuk NPK 40 – 80 gr/pohon/tahun. Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 – 300 gr/pohon/tahun. Tanaman umur 3 – 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 – 600 gr/pohon/tahun. Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon. Pemupukan pada tanaman yang sudah menghasilkan/berbuah, dengan dosis/pohon Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr Saat pucuk mulai menua, urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265gr Dua bln setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150gr. Cara Memupuk Durian Dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan dan diratakan. Apabila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman. Pemangkasan Akar Durian Pemangkasan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan kedua sisi barisan pangkal batang. Pemangkasan Bentuk Tanaman sudah berumur 1 tahun. Pelihara satu batang utama, potong calon cabang primer yang tidak diinginkan cabang dengan pertumbuhan terlalu panjang, tidak normal atau terserang hama & penyakit, cabang-cabang primer terpilih diatur jaraknya sekitar 40-60 cm. Pertumbuhan cabang diarahkan supaya mendatar atau membentuk sudut sekitar 90 derajat dengan batang utama, dengan mengikat pucuk cabang dengan tali yang diberi pemberat. Tunas-tunas liar yang tumbuh di cabang terpilih harus dipangkas dan sisakan 1-2 cm dari pangkal cabang. Tinggi tanaman dipertahankan sekitar 4 m dari permukaan tanah dan cabang terendah berjarak 0,7-1 m dari permukaan tanah. Oleskan pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida. Cara Perawatan Durian Tanaman sudah mulai berproduksi pertama Memangkas cabang bersudut kecil, cabang dan ranting yang terserang hama & penyakit. Pemangkasan ranting pada cabang besar/produktif dibersihkan dengan menyisakan 1/3 bagian ujung Memangkas cabang/tunas liar yang tumbuh tidak pada tempatnya Memangkas dahan dan ranting yang rapat, bersilangan atau tersembunyi/terlindung Memangkas dahan dan rantingyang lemah serta tajuk bagian atas yakni turun 1 ruas pada ujung ranting terminal Memangkas dahan dan ranting yang pertumbuhannya ke arah dalam tajuk atau ke arah bawah Pertahankan ketinggian optimal 3-4 m atau 5-6 m Oleskan pada bagian yang dipangkas dengan ter/meni/pestisida. Penyerbukaan Buatan Mengumpulkan serbuk sari dalam kantong plastic bersih dengan menggoyang-goyangkan bunga atau disapu dengan kuas halus Melakukan penyerbukan buatan pada malam hari jam dengan mengoleskan serbuk sari ke kepala putik memakai kuas halus. Penjarangan Buah Durian Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan tidak boleh ditunda-tunda. Penjarangan Penjarangan secara mekanis Pada saat buah sebesar bola tenis dengan menyisakan tiap dompol 1-2 buah dengan bentuk normal, sehat dan bebas dari hama & penyakit,Buah tidak saling bersinggungan dengan membuat jarak antara dompol dalam satu cabang 20-30 cm. Penjarangan kimiawi Dengan menyemprotkan hormon tertentu Auxin A, pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Hama dan Penyakit pada Durian Hama Penggerek buah Jawa Gala-gala, bagian yang diserang buah Gejala, buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini pengasapan di bawah pohon pada sore hari untuk mengusir imago Mekanis yaitu, mengumpulkan buah yang terserang hama dan gugur untuk dimusnahkan/dikubur Biologis yaitu, menggunakan semut rang-rang untuk mengusir imago atau menggunakan musuh alami lain yaitu lalat Tachinidea Argyroplax basifulfa, Ventura, sp. Kimiawi yaitu, penyemprotan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air. Lebah mini, gejala, bagian yang diserang ranting dan daun. Gejala penggerekan ranting-ranting muda dan memakan daun- daun muda. Pengendalian yaitu, menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC Triazofos 420 gram/liter, dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 Aldikarl 10%. Ulat penggerek bunga Gejala kuncup bunga terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran, benang sari dan tajuk bunga rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Pengendalian yaitu, menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, Nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC Eimetoat 400 gram/liter. Baca Juga 8 Cara Menanam Bayam Cabut Yang Baik Dan Benar Biji & Batang Kutu loncat durian, bagian yang diserang daun Gejala kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu, dilakukan sanitasi kebun terutama daun kering Mekanis yaitu, daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas dan dimusnahkan Kimiawi yaitu, menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air. Penggerek batang dan cabang. Gejala adanya lubang kecil bekas gerekan pada batang, dahan atau ranting dan mengeluarkan cairan dan kotoran berwarna kemerahan, akibatnya tanaman kering, daun layu/rontok dan mati. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara Kultur teknis, sanitasi kebun dari gulma dan tanaman inang seperti tanaman jeruk, kopi, kakao, sirsak dll. Mekanis, memotong bagian tanaman yang terserang 5 cm di bawah lubang gerek, kemudian membakarnya supaya larva mati atau memasukkan kawat ke dalam lubang gerekan sehingga larva mati karena tertusuk kawat. Biologis, menggunakan musuh alami yaitu Brazon zeuzerae fam. Tachinidea dan cendawan Beauveria bassiana. Kimiawi, aplikasi parafin karbolinium plantarum dengan dosis 2 cc/L atau menginfus tanaman menggunakan insektisida sistemik melalui batang atau ujung akar. Rayap, bagian yang terserang batang. Gejala adanya alur atau terowongan dari tanah yang menempel di batang. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu, membersihkan kebun dari sisa bonggol kayu atau gulma dan membersihkan batang tanaman dari alur/terowongan rayap Kimiawi yaitu, menggunakan Furadan disekeliling pohon dengan dosis 30-50 gr/pohon atau aplikasi insektisida Decis 2,5 EC, Diazinon 600 EC sesuai dosis anjuran. Kumbang daun dan buah muda Gejala adanya perubahan warna pada bagian yang terserang warna perunggu serta permukaan atas daun terdapat bercak berwarna kekuningan. Pengendalian dilakukan dengan cara Biologis, menggunakan musuh alami predator dari Fam. Coccinellidae dan Chrysophidae. Kimiawi, aplikasi akarisida Antimit 570 EC bahan aktif progargit dosis 7 cc/liter. Penggerek biji Gejala lubang pada kulit buah kemudian masuk ke dalam daging buah hingga ke dalam biji. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu, memusnahkan buah dan biji yang terserang Mekanis yaitu,• membungkus/membrongsong buah terpilih sejak dini• pengasapan di bawah pohon pada sore hari untuk mengusir imago Kimiawi yaitu, penyemprotan dengan insektisida terdaftar dan berijin, dilakukan setelah tanaman selesai berbunga. Kutu dompolan, bagian yang terserang bunga dan buah Gejala bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu Pemupukan dan pengairan yang seimbang, sesuai rekomendasi hindarkan tanaman durian dari tanaman inang hama Mekanis yaitu, sanitasi lingkungan dengan memusnahkan bagian tanaman yang terserang dan membersihkan gulma di sekitar tanaman durian Biologis yaitu,• pemanfaatan musuh alami seperti semut hitam, cendawan parasit Empusa fresenil, atau predator Cryptolaemus montrouzieri• penggunaan insektisida botani seperti larutan umbi bawang putih dicampur cabai Kimiawi yaitu• aplikasi insektisida bila dijumpai kerusakan buah 20% setelah penjarangan ketiga• mencegah datangnya semut yang membawa kutu, dengan cara melilitkan kain, yang telah dibasahi insektisida, pada batang/cabang tanaman. Tupai, bagian yang terserang buah Gejala bagian permukaan kulit buah rusak sampai bagian daging buah. Pengendalian dilakukan dengan cara Mekanis yaitu melakukan pembersihan tanaman terutama pada bagian yang menjadi sarang tupai mengusir tupai dengan cara gropyokan, perangkap,atau menembak dengan senapan angin Kimiawi yaitu, dengan umpan buah-buahan yang sudah diberi racun, seperti Klerat atau Furadan. Baca Juga 18 Cara Mudah Budidaya Pisang Kepok Yang Benar “Panen Melimpah†Penyakit Phytopthora parasitica dan Pythium complectens Gejala daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua; cabang pohon kelihatan sakit dan ujung- ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya; kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk; pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang; dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah dilakukan dengan cara Kultur teknis pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan Mekanis yaitu, pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar Kanker batang Gejala kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok gum yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu Perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir di permukaan tanah menanam tanaman yang tahan terhadap penyakit tersebut memangkas daun yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban kebund melakukan rotasi tanamane melakukan pemupukan dengan pupuk organik/kandang yang dicampur kapur dan mengupayakan pH tanah 6,5 Mekanis yaitu, eradikasi tanaman sakit parah/mati, kulit yang sakit dikerok/dibuang sampai bagian yang sehat kemudian dibakar. Luka kerokan dibuat oval meruncing di bagian tas dan bawah sehingga luka cepat tertutup. Luka kerokan kemudian diolesi fungisida dan ditutup dengan karbolinum Biologis yaitu, aplikasi jamur antagonis, Trichoderma harzianum, ke permukaan tanah Kimiawi yaitu, mengkored/mengupas kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya Difolatan 4 F 3%. Jamur upas, bagian yang diserang cabang tanaman Gejala pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang- benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu, memangkas bagian tanaman yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban Mekanis yaitu, jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah ke bagian yang berjamur dan dimusnahkan Kimiawi• Melumasi cabang yang terserang dengan fungisida, misalnya calizin RM• menyemprotkan Antrocol 70 WP propineb 70,5%, dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi. Busuk buah Gejala awal serangan terdapat bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah, kemudian busuk pada bagian yang terserang terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih. Pengendalian dilakukan dengan cara Baca Juga 16 Usaha Budidaya Tanaman Yang Menguntungkan Saat Ini Kultur teknis Perbaikan drainase supaya tanah tidak terlalu basah/lembab areal pertanaman dibersihkan dari tanaman inang patogen seperti pepaya, nenas, jeruk dan coklat Mekanis memangkas daun dan dahan yang kurang diperlukan untuk mengurangi kelembaban pemusnahan buah yang terserang penyakit menghindari buah hasil panen bersentuhan dengan tanah tinggi cabang terbawah minimal 1 m Busuk akar Gejala timbulnya bercak nekrotik pada akar lateral dimulai dari bagian ujung; pada tingkat serangan yang tinggi, di atas permukaan tanah terdapat ujung cabang pohon yang mati, diikuti dengan berkembangnya dari cabang di bawahnya, daun layu dan gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu, perbaikan drainase agar tanah tidak terlalu lembab/basah penggunaan batang bawah yang tahan penyakit Mekanis yaitu, menghindari luka mekanis pada bagian akar dan pangkal batang pada waktu pemeliharaan tanaman membongkar eradikasi tanaman yang terserang berat dan akarnya dimusnahkan Kimiawi yaitu, menggunakan fungisida sistemik dengan cara dikocorkan atau diinfuskan ke akar Bercak daun. Gejala adanya bercak-bercak kecil basah pada daun yang semakin melebar, daun kemudian mengering dan gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu, memperlebar jarak tanam. Kimiawi yaitu, penyemprotan fungisida dan penyiraman yang teratur sejak dari pembibitan Baca Juga Panduan Dan Cara Budidaya Lidah Buaya Agar Tumbuh Subur Demikian Penjelasan Artikel Diatas Tentang Cara Menanam Durian Merawat, Jarak, Pupuk, Bibit Dan Jenis Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca Setia Â
JAKARTA, - Durian merupakan salah satu buah yang banyak tumbuh di Indonesia. Bahkan, ada banyak varietas durian lokal yang banyak dipasarkan hingga ke luar negeri. Pertumbuhan pohon durian di Indonesia menjadi optimal karena didukung dengan kondisi iklim yang sesuai. Lantas, bagaimana cara menanam durian yang benar? Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Sabtu 18/3/2023, simak penjelasan selengkapnya berikut ini. Memilih varietas yang tepat Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa ada banyak jenis durian lokal yang dapat ditemukan di Indonesia. Beberapa diantaranya; Bido, Matahari, D 168, Bawor, Pelangi, Serombut, Petruk, Bangau, Madu Racun, dan lain juga 4 Varietas Durian Lokal yang Memiliki Sifat Unggul Perhatikan kondisi lingkungan Shutterstock/ME Image Ilustrasi tanaman durian Selain memperhatikan varietas yang akan ditanam, pastikan juga kondisi lingkungan telah sesuai dengan syarat tumbuh durian. Buah durian akan tumbuh dengan baik di area terbuka atau tanpa naungan karena tanaman ini memerlukan penyinaran penuh sepanjang hari. Tanah yang sesuai untuk pertumbuhan durian yaitu tanah lempung, lempung berpasir, liat, dan lempung liat berpasir. Biasanya, tanaman durian ditanam dengan jarak 8 x 8 m dengan lubang tanam 60 x 60 x 60 cm sampai 100 x 100 x 100 lubang tanam bisa dilakukan 6 hingga 10 hari sebelum penanaman. Setelah itu, tambahkan pupuk kandang 20 sampai 40 kg/lubang, pupuk fosfat 500 gram/lubang, dan kapur dolomit 500 gram/lubang. Lalu, tutup kembali lubang tanam dengan tanah galian. Baca juga Cara Menanam Durian Bawor, Varietas Durian Unggul Lokal Persiapan bibit Bibit tanaman durian bisa diperoleh dari okulasi atau sambung pucuk. Pastikan bibit yang ditanam telah memiliki sertifikat keaslian, sehingga pertumbuhan dan produktivitasnya maksimal. Cara penanaman Kegiatan penanaman dilakukan dengan cara meletakkan bibit pada lubang tanam. Kemudian, tutup lubang tanam dengan tanah. Penanaman sebaiknya dilakukan di awal musim hujan pada pagi atau sore hari. Lakukan perawatan dengan rutin agar pertumbuhan dan produktivitasnya maksimal. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Cara Tabulampot Durian atau Menanam Durian Dalam Pot Agar Cepat Berbuah dan Panen – Durian atau Duren Durio zibethinus adalah salah satu buah dari tumbuhan tropis wilayah Asia Tenggara. Durian berasal dari famili Malvaceae. Buah durian bertipe kapsul dengan bentuk bulat, bulat telur hingga lonjong panjangnya hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm. Kulit buahnya tebal, permukaannya bersudut tajam atau berduri, memiliki warna hijau kekuning-kuningan, kecokelatan, hingga keabu-abuan. Buah durian memiliki aroma yang sangat tajam, dan rasanya enak, namun tidak semua orang suka dengan buah durian karena aromanya yang menyengat menyebabkan mual. Buah Durian memiliki beberapa spesies selain D. zibethinus durian benar juga dianggap sebagai durian. Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota Durio dari hampir 30 jenis, tapi hanya sembilan di antaranya yang dapat dimakan. Klasifikasi ilmiah Kerajaan Plantae tidak termasuk Angiospermae tidak termasuk Eudikotil tidak termasuk Rosidae Ordo Malvales Famili Malvaceae Genus Durio Spesies D. zibethinus Hampir semua orang menyukai durian karena durian memiliki rasa yang lezat, daging buahnya lembut dan memiliki aroma khas yang sangat menggoda. Karena hal tersebut, banyak orang yang membudidayakan durian untuk dijadikan prospek usaha yang menjanjikan. Namun ternyata untuk membudidayakan durian ini tidak perlu lahan yang luas, anda dapat menanam durian di dalam pot atau drum bekas atau sering disebut dengan tabulampot durian. Berikut ini adalah cara menanam durian dalam pot/drum Cara Tabulampot Durian Persiapan Bibit Durian Pertama, siapkan terlebih dahuku media tanam berupa campuran tanah liat dan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 11. Lalu masukkan media tanam tersebut ke dalam karung. Selanjutnya, buatlah lubang pada tanah seukuran karung untuk membenamkan karung tersebut. Namun sebelum karung tersebut dibenamkan, pada bagian dasar lubang diberi pupuk fosfor dan TSP engan dosis 2 sdm atau 20 gram, tujuannya untuk mengoptimalkan pertumbuhan akar. Selain itu, beri pula furadan sebanyak 2 sdm untuk mencegah perkembangan bakteri pantogen. Jika semuanya sudah siap, benamkan karung pada lubang lalu tanam bibit durian pada media tanam tersebut. Lakukan pemupukan secara teratur yaitu sebanyak 2-3 kali dalam setahun agar pertumbuhannya lebih optimal. Penanaman Durian Dalam Pot/Drum Jika bibit durian telah berumur 12 bulan atau setahun, bibit dapat dipindah tanamkan kedalam pot/drum. Siapkan media tanam berupa tanah liat, pupuk kandang dan jerami dengan perbandingan 111. Jika media tanam telah siap, selanjutnya masukkan ke dalam pot/drum yang akan digunakan untuk menanam durian. Buatlah lubang tanam pada media tanam lalu tanam bibit durian pada lubang tersebut dan tutup kembali dengan media tanam yang ada disekitarnya. Setelah itu, siram fengan larutan perangsang pertumbuhan akar secara rutin setiap hari selama seminggu pertama penanaman. Dosis yang diberikan yaitu 25 ml/10 liter air. Perawatan Tanaman Durian Penyiraman Lakukan penyiraman secara rutin sebanyak sekali dalam sehari yaitu pada pagi hari. Jika hujan maka tidak perlu disiram. Penyiangan Agara hama dan penyakit menyerang, lakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan media tanam. Bersihkan gulma aua anaman pengganggu lainnya yang ada disekitar pohon duria di pot. Namun apabila, tanaman terlihat telah terserang hama dan penyakit dapat dilakukan penyemprotan pestisda sesuai dosis yang dianjurkan. Pemupukan Susulan Pemupukan susulan ini dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang ditentukan. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 3 bulan, pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK. Cara pemberian pupuk tersebut yaitu dengan cara membuat lubang mengelilingi tanaman kemudian taburkan pupuk NPK tersebut sebanyak 100 gram. Pemupukan kedua dilakukan setelah tanaman berumur 6 bulan setelah di tanamt. Cara pemupukan cara pemberian pupuk sama dengan pemupukan susulan awal namun pupuk NPK yang diberikan yaitu sebanyak 200 gram. Pemupukan ketiga dilakukan setelah tanaman berumur 1 tahun, caranya sama namun dosis yang diberikan yaitu sebanyak 150 gram. Pemupukan berikutnya dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan dosis pupuk 100 gram. Demikian artikel tentang”Cara Menanam Durian Dalam Pot Agar Cepat Berbuah dan Panen“semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa
cara menanam durian agar cepat berbuah